Langsung ke konten utama

BENCI

Benci

Allah kasih kita paket lengkap, dengan segala kelengkapan fisik dan keragaman perasaan, mulai dari bahagia, sedih hingga benci. Berpasang-pasangan.

Tugas Kita mengelolanya. Ini mudah banget, kalau cuma sekedar kata atau teori, kenyataan prakteknya? Jangan ditanya, beratnya luar biasa. Tapi kan ada Allah yang menguatkan.

Salah satu perasaan yang menguras segala-galanya, tenaga, perasaan, fokus, uang bahkan hingga waktu ... Benci

Sebegitu mahalnya untuk sebuah rasa yang kalau Kita turuti akan menghancurkan diri sendiri ga sih?

Aku pun pernah ngerasain benci ke orang, situasi, barang atau hal absurd lainnya. Sampai aku kalau pas lagi sama salah satu orang pernah bilang:

Idih sok cakep banget sih, muka kayak tukang jamu keliling Gaya sok kayak selebgram

Lucu kadang suka jujur aku tu. Sampai jadi concern mantau ni orang buat aneh-aneh ga ya yang sesuai ama curiga aku. Tapi ternyata lama-lama capek. Dan ke ga suka an aku itu semakin buat diri ga tenang dan was-was. 

Segala perasaan cukup diterima, diekspresikan sewajarnya.

Memenjarakan benci hanya akan ketenangan kamu terkunci, sedang orang yang kamu benci mah ga peduli. Lepaskan dia bebas dan menguap. Berganti dengan kelegaan.

Komentar