Langsung ke konten utama

How To Train Your Soul (Part 1)

Be The Thirth Parties

Seperti yang sudah kamu sepakati sebelumnya tahun lalu, tepatnya bulan November awal dengan dirimu sendiri. Bahwa kamu akan merubah sudut pandang dan sikapmu.

Kamu ingat bagaimana kamu membuat kesepakatan dengan dirimu agar tak terluka yang berulang Kali seperti sebelumnya? Hentikan berharap.

Aku rasa kamu berhasil sebagian. Terutama beberapa waktu awal. Kamu berhasil mengendalikan dirimu agar tidak terbawa arus dan menggila untuk memaksa dan menahan orang lain tetap disisimu lagi. Ingat petikan yang kamu tanamkan untuk menyelamatkan sebagian jiwamu:

If someone wanna go, Let them go. Don't hurt yourself again to pull them again.

Kamu tahu, bahwa dirimu berharga. Jangan lagi merendahkan untuk mengemis dan meminta sesuatu yang orang lain tak ingin berikan. Karena mereka tidak akan memberikan. Jangan membiarkan dirimu berdiri di halte bis untuk menunggu datangnya kereta. Atau ke stasiun untuk datangnya pesawat.

Lalu masih ingatkah dengan petikan lain yang kau sematkan dalam ingatan?

He is not your. And you are not his. So you are as free as him to do what You want

Nothing belong to human. All the things belong to Allah. Don't force people to stay just because you want it, because none happiness would stay with you.

If Allah let you two together or apart, that's always the best.

Akankah ini mudah? Tentu tidak semudah kata-kata ini saat kamu baca. Kamu harus sadar saat bunga bermekaran datang yang tak lama beliung menghempas atau tetiba musim dingin membekukan.

Brave your heart and soul. Don't be afraid to lose.

Ketakutan kehilangan hanya akan memberatkan sebagian hatimu yang telah lelah untuk bersabar.

Free your soul.

Sikap yang kau ambil saat ini bukan berarti kau memupus harapan dan usahanya untukmu. Hanya saja ini adalah upaya kamu untuk menjaga hatimu yang tak lagi sama bentuknya, agar tak terbentur lebih parah.

Masih ada pintu yang terbuka untuk dia ketuk. Masih ada kesempatan yang kamu sengaja sisipkan disela penjagaan.

Namun ada pula daun pintu yang bersiap setiap waktu. Jika kejadian yang sama terulang lagi.

Daun pintu yang akan mengunci selamanya tanpa kunci untuk membuka. Bagi sebagian orang.

Semoga kamu dapat menenangkan kalutnya jiwamu.
Semoga kamu dapat menumbuhkan asa untuk percaya pada Tuhanmu melebihi percayamu pada janji manusia.
Dan mencintai Tuhanmu di atas segalanya

Komentar